Langsung ke konten utama

Final Destination Di Dunia Nyata

Vemale.com - Siapa yang tidak familiar dengan film bertemakan kematian yang satu ini. Ya, Final Destination. Hingga kini, telah rilis 5 buah judul film di dunia perfilman dunia. Film yang awalnya rilis pada tahun 2000 ini telah mendapatkan tempat khusus bagi moviegoers yang menyukai film-film dengan tema horor supranatural.

Benang merah dari cerita ini adalah tentang seorang anak muda yang mendapatkan visi akan kematian masal yang akan ia dan sekitarnya alami. Ia pun setelah mendapatkan visi tersebut berusaha untuk 'mencegah' kematian yang seharusnya datang saat itu. Namun, sekuat apapun ia berusaha, kematian memang tidak bisa dihindarkan.

Nah, persis dengan plot cerita film ini, seorang gadis asal Brasil bernama Jessica de Lima Rohl ini juga rupanya secara tidak sengaja menunda kematiannya selama seminggu. Begini kisahnya...

Jessica saat itu akan menghadiri sebuah pesta di sebuah club Kiss di kota Santa Maria. Ia juga bertanggung jawab atas penjualan tiket dan saat itu, ia berhasil menjual 238 tiket. Kemudian, atas alasan yang tidak diketahui, kekasihnya Stefanel, menelponnya dan memintanya untuk tidak pergi ke club tersebut. Ia pun menuruti perkataan kekasihnya dan ajaibnya, perkataan itulah yang menyelamatkan nyawanya.

Malam itu, saat pesta sedang berlangsung, naas sedang menimpa siapa saja yang datang ke pesta tersebut. Tidak disangka, club Kiss terbakar dan tidak menyisakan satu orang pun dalam keadaan selamat. Jessica yang mengetahui hal tersebut, awalnya merasa beruntung karena tidak menjadi korban.

Satu minggu kemudian, ia berencana menemui kekasihnya untuk menyaksikan sisa-sisa club Kiss yang terbakar. Ia pun berangkat dari Toledo, kota tempat ia tinggal. Namun, memang kematian tidak bisa ditunda, Jessica dan kekasihnya, ketika sedang dalam perjalanan menuju club, menabrak sebuah truk.

Jessica tewas seketika di tempat kejadian, sedangkan Stefanel meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Metode Penyiksaan Sadis Di Eropa Berita Aneh - Ini adalah 5 jenis metode dan alat penyiksaan di eropa yang dipakai pada abad ke 18. 1. Scold's bridle Dipasang di kepala buat ngehukum para kaum wanita yang kebanyakan ngoceh. Dengan make ni alat, nggak bakal bisa ngomong apa-apa. 2. Breaking wheel Orang yang dihukum diiket di roda, trus dicambuk, di palu, diseret, diputer-puterin, dll ampe tu orang mabok ato nggak mati 3. Iron maiden Ni baru kalo menurut wa cara penyiksaan paling parah, orang dimasukin kedalam alat mirip sacrophagus yang di sisinya ada duri-duri dari besi. Duri-duri tersebut dirancang biar nggak mengenai organ vital, jadi pas tu pintunya ditutup, orang nggak bakal langsung mati, tapi bakal tersiksa perlahan-lahan sampe mati. Selama disiksa, orang yang dihukum diintrograsi sampai dia mati. 4. Judas Chair Kedua paling parah nie, cewe ato cowo diposisin en diiket diatas kursi yang berbentu...
5 Lagu Ini Dipercaya Dapat Memanggil Makhluk Halus. percaya gak percaya sih. 1. LINGSIR WENGI 2. MALAM SATU SURO 3. NINA BOBO 4. MANTRA JELANGKUNG 5. ASEREJE

Tidak Selamanya Susu Sapi Sehat

Sejak kecil, hampir semua anak dari kita pasti selalu disuruh agar rajin minum air susu oleh orangtua. Alasannya sangat klasik, yaitu agar cepat besar dan jadi anak pintar. Para produsen susu juga menghujani masyarakat melalui media massa tentang manfaat meminum susu. Namun, beberapa tahun terakhir, ajakan meminum susu secara masif tersebut mengundang perdebatan. Apalagi, sejak maraknya kampanye pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif bagi anak bingga bemsia minimal enam bulan. Sorotan terhadap khasiat air susu sapi semakin tajam lantar-an terbukli memicu efek samping yang bersifat negatif. Ternyata, orang yang mengkonsumsi susu sapi dan produk turunannya dapat mengalami alergi.Tapi jika anda pikir susu selalu baik bagi kesehatan, mungkin anda harus mencermati ini. Dalam ilmu kesehatan, alergi susu sapi (ASS) didefinisikan sebagai suatu reaksi tidak diinginkan yang diperantarai secara imunologis akibat protein susu sapi. Alergi ini biasanya dikaitkan dengan reaksi hipersensitiv...