Langsung ke konten utama

Piranha Kalah Dengan Ikan Monster Indonesia Ini !


Giant Snakehead, demikian orang Inggris menyebutnya. Salah satu ikan jenis ini akhirnya tertangkap oleh seorang pemancing di Lincolnshire, Inggris. Ikan ini juga dijuluki "gangster"-nya ikan. Karena ia memakan segala yang terlihat olehnya, bahkan dilaporkan pernah membunuh manusia.
Hebatnya lagi, snakehead bisa berjalan di daratan, khususnya di malam hari saat musim kemarau, mencari tempat yang masih berair. Bila keadaan sangat kering, ikan ini bisa dengan terpaksa mengubur dirinya dalam lumpur menunggu hingga tempat itu kembali berair. Snakehead memang memiliki kemampuan bernapas langsung berkat organ labirin.

Ikan ini pertama kali ditangkap oleh Andy Alder dari Lincoln. Tanpa sengaja ia menangkap ikan sepanjang 60 cm ini ketika ia sedang memancing di sungai Witham dekat Hykeham Utara, Inggris. (Snakehead bisa tumbuh maksimal sekitar 1 meter).
"Ikan itu memiliki mulut penuh dengan gigi setajam silet. Sejujurnya, saya takut setengah mati. Setelah ditemukan, ikan ini bukan saja membuat panik para pemancing saja namun juga para aktivis konservasi alam," ungkap Andy Alder.
Ben Weir, seorang wartawan dari majalah memancing berkata,"Selama hidupku bekerja di bidang pemancingan, aku belum pernah mendengar banyak suara kekuatiran seperti sekarang. Ikan ini nyata dan mereka tidak segan-segan menyerang manusia untuk melindungi anak-anak mereka. Para ahli telah meneliti foto-foto ikan ini dan mengkonfirmasi bahwa ikan ini adalah predator sejati.

Sekarang, ikan ini telah masuk dalam daftar hitam spesies yang dilarang untuk diimpor di Inggris. Walau tetap ada kekuatiran bahwa ikan ini dapat diselundupkan untuk hewan piaraan akuarium dan kemudian dilepaskan secara ilegal.
Snakehead tidak hanya membuat takut di Inggris, tetapi juga hingga Amerika. Di negerinya Obama, ikan ini mendapat julukan lebih seram, "Franken Fish". Memang, sebagai predator segala mahluk yang ada di air, cocok menyandang sebutan itu karena benar-benar seperti monster.

Di tahun 2002, perairan di Amerika Serikat dibuat panik dan kacau akibat kemunculan si ikan monster. Sehingga para penembak jitu disiapkan di pinggir sungai untuk menembaki mereka. Pada waktu itu, air sungai dipenuhi oleh darah untuk memancing mereka keluar.
Cukup mengagetkan, ikan tersebut bukan asli Amerika atau Eropa, melainkan impor dari kawasan Asia Tenggara. Ya, ikan ini ternyata banyak di Indonesia dan kita menyebutnya: IKAN GABUS.
Aduh mister... kalau di sini, ikan ini ada yang dibuat jadi kerupuk, pempek, pepes tempoyak, atau menu "Gabus Pucung" - makanan khas etnis Betawi di Jakarta. Ternyata orang Indonesia lebih hebat, kan? Saat orang Amerika dan Inggris ketakutan dengan si monster, kita malah menjadikannya santapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Metode Penyiksaan Sadis Di Eropa Berita Aneh - Ini adalah 5 jenis metode dan alat penyiksaan di eropa yang dipakai pada abad ke 18. 1. Scold's bridle Dipasang di kepala buat ngehukum para kaum wanita yang kebanyakan ngoceh. Dengan make ni alat, nggak bakal bisa ngomong apa-apa. 2. Breaking wheel Orang yang dihukum diiket di roda, trus dicambuk, di palu, diseret, diputer-puterin, dll ampe tu orang mabok ato nggak mati 3. Iron maiden Ni baru kalo menurut wa cara penyiksaan paling parah, orang dimasukin kedalam alat mirip sacrophagus yang di sisinya ada duri-duri dari besi. Duri-duri tersebut dirancang biar nggak mengenai organ vital, jadi pas tu pintunya ditutup, orang nggak bakal langsung mati, tapi bakal tersiksa perlahan-lahan sampe mati. Selama disiksa, orang yang dihukum diintrograsi sampai dia mati. 4. Judas Chair Kedua paling parah nie, cewe ato cowo diposisin en diiket diatas kursi yang berbentu...
5 Lagu Ini Dipercaya Dapat Memanggil Makhluk Halus. percaya gak percaya sih. 1. LINGSIR WENGI 2. MALAM SATU SURO 3. NINA BOBO 4. MANTRA JELANGKUNG 5. ASEREJE

Penemuan Remaja Wanita Ini Memungkinkan Charge Ponsel dalam Hitungan Detik

Acara Intel International Science and Engineering Fair berakhir sudah dan menghasilkan 3 orang pemenang di mana pemenang keduanya seorang wanita bernama Eesha Khare berumur 18 tahun berhasil menemukan perangkat kecil yang bisa menyimpan daya dan bisa dicharge hanya dalam waktu 20-30 detik. Ukuran perangkat buatannya berukuran kecil sehingga cukup untuk digunakan dalam ponsel. Selain kemampuan charge yang sangat cepat, perangkat buatannya juga bisa dicharge kurang lebih 10.000 kali di mana batere konvensional lain pada umumnya hanya sekitar 1000 charge. Perangkat buatannya dia namakan supercapacitor juga fleksibel sehingga bisa digunakan di layar rollup, baju dan bahan seperti kain.